Postingan

Menampilkan postingan dari 2011

Strategi, Model, Pendekatan, Metode, dan Teknik Pembelajaran

Beda Strategi, Model, pendekatan, Metode, dan Teknik Pembelajaran Banyak yang tidak paham dengan perbedaan antara strategi, model,pendekatan, metode, dan teknik. Nah berikut ini ulasan singkat tentang perbedaan istilah tersebut. Model Pembelajaran adalah bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru di kelas. Dalam model pembelajaran terdapat strategi pencapaian kompetensi siswa dengan pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran. Pendekatan adalah konsep dasar yang mewadahi, menginspirasi, menguatkan, dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoretis tertentu.   Metode Pembelajaran adalah prosedur, urutan, langkah-langkah, dan cara yang digunakan guru dalam pencapaian tujuan pembelajaran. Dapat dikatakan bahwa metode pembelajaran merupakan jabaran dari pendekatan. Satu pendekatan dapat dijabarkan ke dalam berbagai metode pembelajaran.Dapat pula dikatakan bahwa metode adalah prosedur pembelajara...

Pemimpin Bugis Sejati (Kami Rindu Jiwamu, Wahai Sang Jenderal..)

Gambar
JENDERAL (Purn) M. Jusuf, meninggal dengan tenang, di kampung halamannya, Kota Makassar. Ia pergi sebagai seorang kesatria tulen, tanpa cacat nama. Kita mengenangnya sebagai seorang pemimpin yang sederhana dan amat jujur, watak yang jarang dimiliki para pemimpin kita yang lain. Kepergian jenderal ini terasa sebagau kepergian yang amat berarti bagi bangsa yang dahaga dengan kejujuran. TIGA hari menjelang meninggalnya, saya ditelepon sohib kental saya yang juga kemenakan M Jusuf. Sohib saya menuturkan, ia menjemput pamannya dari salah satu rumah sakit di Jakarta, untuk dibawa kembali ke Makassar. Katanya, Jusuf sendiri telah memberi sinyal, ia ingin pergi dengan tenang di Makassar. Saat itu kondisi fisik Jusuf sudah amat rentan. Jusuf saat itu paham dan yakin, tubuhnya sudah tak kuat lagi menahan rupa-rupa penyakit yang melilitnya belakangan ini. Ihwal kejujuran, tidak perlu dipolemikkan. Semua orang yang mengenal dekat M. Jusuf, pasti mengacungkan jempo...

PERBEDAAN KOLASE, MOZAIK DAN MONTASE

A. KOLASE Menurut kamus besar Bahasa Indonesia adalah Komposisi artistik yang dibuat dari berbagai bahan (kain, kertas, kayu) yang ditempelkan pada permukaan gambar (Depdiknas.2001,580) . Dari definisi tersebut dapat diuraikan pengertian kolase, yaitu merupakan karya seni rupa dua dimensi yang menggunakan bahan yang ebrmacam-macam selama bahan dasar tersebut dapat dipadukan dengan bahan dasar lain yang akhirnya dapat menyatu menjadi karya yang utuh dan dapat mewakili ungkapan perasaan estetis orang yang membuatnya. Sehingga dapat dikatakan bahwa bahan apapun yang dapat dirangkum (dikolaborasikan) sehingga menjadi karya senu rupa dua dimensi, dapat digolongkan / dijadikan bahan kolase. B. MOZAIK Menurut kamus besar Bahasa Indonesia, mozaik adalah seni dekorasi bidang dengan kepingan bahan keras berwarna yang disusun dan ditempelkan dengan perekat (Depdiknas 2001,756) . Dari definisi mozaik tersebut dapat diuraikan pengertiannya, yaitu pembuat...

Pallette 17042011

Gambar
Kameramen (AWIK) Sang Bintang,, siap2  tampil (A.Neng & None) Komandan yg lagi fashion (Haris) Aku (Burhs) lagi menikmati Indahnya Alam (bukan Alamsyah atau yll)) Aku-Iqrar-Indah NQ-Iffah NA...... (Iffah NA-My Wife-Indah NQ)

BUDAYA MENAIKKAN NILAI (sebuah noda dalam Dunia Pendidikan)

Kalau anda, para pendidik, sempat membaca totto chan, buku yang ditulis oleh Tetsuko Kuroyanagi, seorang mantan murid SD yang didirikan oleh Sosaku Kobayashi, sebuah SD yang sangat revolusioner dalam gaya belajar dan pengajarannya, anda akan berpikir ulang ketika anda akan mengatrol nilai para murid. Sekolah yang didirikan oleh Kobayashi adalah sekolah yang benar-benar unik. Bagaimana tidak unik jika metode pendidikan Keboyashi, seperti yang ditulis oleh Kuroyanagi di halaman-halaman terakhir bukunya, adalah sebuah cara mendidik yang dilandasi rasa yakin bahwa setiap anak dilahirkan dengan watak yang baik. Bahwa kalau ada anak yang tidak berwatak baik, berarti watak baik itu telah dicemari dan dirusak oleh lingkungan yang buruk atau pengaruh negatif dari orang dewasa disekitarnya. Kobayashi mendirikan sekolah itu dengan tujuan untuk mengembalikan watak baik anak-anak dan mengembangkannya, sehingga mereka akan memiliki kepribadian yang khas di masa dewasanya. Maka, mengacu pada keyaki...

Pembina SPG Negeri Sengkang (1988-1991)

Gambar